Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Agustus 2012

Jalan Kampung

           Menurut saya ada yang salah dalam pembangunan jalan perkampungan. Banyak jalan kampung dibuat dengan menggunakan plesteran bahkan di aspal. menurut saya hal ini kurang tepat karena kalau jalan diaspal atau di plester maka air tidak dapat meresap kedalam tanah. padahal resapan air ini merupakan sumber penting untuk cadangan air bawah tanah.

       Memang dengan di plester atau di aspal maka jalan akan terlihat bagus dan rapih tetapi kita mengabaikan fungsi lahan resapan air. disaat lahan untuk resapan air berkurang maka salah satu upaya untuk lokasi resapan adalah jalan. ketika hujan tiba jalan dengan plester akan langsung menghantarkan air hujan ke selokan-selokan kemudian diteruskan ke sungai dan ke laut. tidak ada air yang diresap ke dalam tanah. sehingga pada musim kemarau air akan susah didapat dari dalam tanah.
   
             Memang untuk kota cirebon hal itu tidak banyak berpengaruh karena suplai air bersih sebagian besar warga kota tidak berasal dari air bawah tanah tapi dari sumber air yang dikelola PDAM. tetapi tidak ada salahnya kita berusaha untuk memaksimalkan fungsi tanah untuk peresapan agar ketika hujan datang air sebagian diresap kedalam tanah dan banjir dapan dihindari. Sumber air PDAM terbatas, tidak akan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan air warganya yang semakin tahun semakin meningkat. untuk melengkapi Air PDAM air bawah tanah merupakan sumber air yang sangat diperlukan.

          Perlu difikirkan jalan kampung dibuat dengan menggunakan paving block atau conblock. memang agak tidak nyaman ketika lewat diatasnya tetapi menurut saya lebih ramah lingkungan. ada dua tujuan setidaknya ketika membangun jalan kampung menggunakan pavingblock. yang pertama jalan digunakan sebagai area peresapan air dan yang kedua sebagai pencegah kecelakan lalu lintas. Dengan pavingblock maka otomatis kendaraan akan berjalan lebih pelan. jadi slogan "ngebut benjut" yang biasanya kita temui di gang-gang kecil tidak perlu ada karena otomatis orang akan memperlambat laju kendaraan ketika lewat diatas paving block.

Senin, 30 Juli 2012

Pengembangan Potensi Kelautan Kota Cirebon

    Terletak di pinggir pantai utara jawa merupakan keuntungan tersendiri bagi kota Cirebon. Terletak pada posisi 108.33o dan 6.41o Lintang Selatan pada pantai Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari barat ke timur ± 8 kilometer, Utara Selatan ± 11 kilometer dengan ketinggian dari permukaan laut ± 5 meter dengan demikian Kota Cirebon merupakan daerah dataran rendah dengan luas wilayah administrasi ± 37,35 km2 atau ± 3.735,8 hektar yang mempunyai batas-batas : 
- Sebelah Utara : Sungai Kedung Pane
- Sebelah Barat : Sungai Banjir Kanal / Kabupaten Cirebon
- Sebelah Selatan : Sungai Kalijaga
- Sebelah Timur : Laut Jawa
Walaupun panjang pantainya sangat kecil tapi memiliki potensi yang tidak sedikit kalau kita bisa mengelolanya dengan baik. 


Minggu, 29 Juli 2012

Taman Parkir Hijau Kota Cirebon

     Perkembangan kota Cirebon yang begitu pesat menjadikan kota Cirebon Semakin banyak diminati investor untuk membuka usaha di kota ini. Perkembangan ini menggembirakan sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan daya dukung kota cirebon untuk memberikan kenyamanan bagi warganya. Wilyahnya yang sempit menjadikan pemerintah kota harus berupaya keras untuk membagi ruang sesuai porsinya terutama ruang untuk penghijauan.

       Penghijauan sangat penting bagi sebuah kota. Ruang terbuka hijau seperti  paru-paru yang memompa udara yang bersih kedalam tubuh dan mengganti udara yang sudah terpolusi sehingga warga tinggal didalamnya bisa merasakan kehidupan yang lebih baik. Saat ini Kota Cirebon telah bekerja keras  untuk menghijaukan kota dengan menanam kembali pohon-pohon disudut-sudut kota cirebon yang dimotori oleh Kantor Lingkungan Hidup Kota Cirebon.

    Setiap pimpinan instansi pemerintah diwajibkan menyumbangkan sejumlah pohon untuk menghijaukan kota. Hal ini dilakukan tentu sebagai perwujudan kepedulian pimpinan daerah akan kota Cirebon yang lebih hijau. tetapi ada juga kasus-kasus yang memprihatinkan, ketika pemerintah kota giat menggalakkan penghijauan, dengan alasan mengganggu kegiatan bisnis ada beberapa pohon peneduh dipinggir jalan yang ditebang. seharusnya pemilik bisnis mengganti pohon yang ditebang tersebut dengan jumlah pohon yang lebih banyak berkoordinasi dengan pihak pihak terkait.

     Ada satu solusi yang menurut saya dapat menambah jumlah lahan hijau sekaligus mengurangi kemacetan dan mendorong tumbuhnya ekonomi kecil dan menengah yaitu  "Taman Parkir Hijau". Di Jogja ada beberapa taman parkir yang cukup baik untuk ditiru diterapkan di kota Cirebon misalnya taman parkir Malioboro baik di sebelah selatan maupun disebelah utara dan Taman parkir yang ada di UGM.

     Sebagai taman parkir fungsi utamanya adalah memang menjadi lahan parkir. Untuk daerah-daerah yang minim lahan parkir maka orang akan parkir di pinggir-pinggir jalan dan hal tersebut akan membuat jalanan menjadi macet dan itulah yang terjadi di banyak tempat di Indonesia. Dengan dibangunnya lahan parkir maka kendaraan-kendaraan akan dengan tertib terparkir dan tidak memakan badan jalan sehingga arus lalu lintas pun menjadi lancar. Sebagai lahan parkir tentunya akan mingingkatkan pendapatan daerah dari parkir.

      Lahan parkir ini juga dapat kita jadikan sebagai lahan terbuka hijau dengan menanaminya dengan pohon-pohon yang rindang. sehingga fungsinya menjadi ganda selain sebagai tempat parkir juga sebagai ruang terbuka hijau yang sedikit banyak bisa meminimalisir polusi yang tentunya berguna bagi kesehatan.

  Untuk lebih memberdayakan taman parkir maka disekitar taman parkir bisa didirikan lapak-lapak untuk berjualan bagi Usaha kecil maupun koperasi. Mereka bisa berjualan makanan dan minuman ataupun suvenir khas atau oleh-oleh khas kota Cirebon. Dengan didirikannya lapak-lapak maka akan meningkatkan kesejahteraan warga Cirebon. Lebih bagus lagi jika taman ini dilengkapi dengan fasilitas bermain bagi anak2.  

Sabtu, 28 Juli 2012

Bus Kota Di Cirebon

       Kota Cirebon berkembang sangat cepat ditandai dengan banyaknya mall atau pusat-pusat perbelanjaan, gedung-gedung perkantoran, hotel, restourant dan bangunan fisik lainnya. walaupun kotanya kecil tetapi perkembangannya semakin hari semakin ramai. mall-malll dipadati oleh pengunjung, begitu juga hotel dan restaurant. Jalan-jalan besar kota cirebon hampir semuanya merupakan pusat perdagangan barang dan jasa. Fasilitas kota cirebon tersebut menarik banyak orang untuk mendatanganginya baik menggunakan angkutan pribadi ataupun angutan umum.
   
        Jalan-jalan kota Cirebon ramai dipadati oleh kendaraan. Kendaraan kecil, besar, roda dua maupun roda empat.Memang menjadi kewajaran apaila sebuah kota bertumbuh dan semakin makmur maka alat transportasi nyapun bertumbuh sebagai akibat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, daya beli masyarakat untuk alat transportasi pun bertamabah akibatnya jumlah kendaraan bertambah banyak.
     
        Pertambahan kendaraan yang cepat tidak sebanding dengan pertambahan jalan yang ada oleh karena itu perlu solusi agar kota cirebon tidak terjebak  kedalam masalah perkotaan yang banyak melanda kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung yaitu masalah kemacetan. Solusi ini harus sedini mungkin difikirkan karena apabila kemacean sudah terjadi untuk membenahinya akan sangat sulit dilakukan dan membutuhkan cost atau biaya yang sangat besar.
     
      Mungkin salah satu solusi yang dapat dilakukan pemerintah kota Cirebon adalah dengan mengganti moda transportasi angkutan kota yang ada sekarang dengan moda transportasi yang baik seperti busway di Jakarta atau transjogja di Jogjakarta dengan berbagai modifikasi yang sesuai dengan kondisi kota cirebon. Mungkin kita tidak perlu membuat jalur khusus seperti Busway karena itu memerlukan space yang banyak kita bisa mencontoh transjogja tetapi dengan menambah tempat pemberhentian agar masyarakat mudah menjangkaunya dan ongkos diminta pada saat didalam bus untuk lebih memudahkan pelayanan.

     Sudah sewajarnya pemerintah kota cirebon menyediakan transportasi yang aman dan nyaman bagi warganya sehingga orang akan lebih senang untuk menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. dengan banyaknya orang yang menggunakan angkutan umum maka dampaknya pada berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetanpun dapat diminimalisasi.

         Tentu saja kerja ini bukan semata tanggung jawabpemerintah kota cirebon tetapi juga didukung oleh kota dan kabupaten disekitarnya karena angkot yang masuk kota cirebon juga terintegrasi dengan kota dan kabupaten disekitarnya. Yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari Pemeintah Prop. jawa barat sebagai koordinator dari Kota dan Kabupaten Propinsi Jawa barat sama seperti dukungan pemda DKI dan Pemda Prop. DIY terhadap Busway dan Transjogja.

       Apa keuntungan adanya Bus Kota bagi kota Cirebon. Keuntungan adanya buskota ini bisa dirasakan oleh masyarakat sebagai pengguna maupun bagi pemerintah kota Cirebon sendiri. bagi masyarakat sebagai pengguna tentu saja dengan kehadiran bus kota yang tertata akan memberikan kenyamanan dan rasa aman dalam bepergian dan bagi pemerintah kota dengan adanya bus kota yang tertata maka akan mengurangi kemacetan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi. masyarakat butuh transportasi aman dan nyaman dan pemerintah menyediakannya.

Rabu, 31 Agustus 2011

Kembang Api

Malam idul fitri diwarnai dengan banyaknya warna-warni kembang api menghiasi angkasa. Orang saling berlomba untuk memeriahkan malam idul fitri dengan sesuatu yang dapat menunjukkan kegembiraan menyambut datangnya lebaran. Kembang api yang diledakkan beraneka ragam, ada yang kecil dan ada yang besar. Harganyapun bisa dibilang tidak murah, satu kembang api bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Kalau dihitung secara kasar mungkin satu malam saja penduduk indonesia bisa menghabiskan milyaran rupiah untuk membeli kembang api.

Yang mengganggu pikiran saya bukan besarnya nominal uang yang dibelanjakan untuk membeli kembang api, tetapi apakah kembang api yang ada dipasaran indonesia buatan kita sendiri "Made In Indonesia"????? Sudah pasti jawabannya adalah bukan. kebanyakan kembang api itu diimport dari negara lain.

Sungguh Ironis memang ketika petasan yang masih soudara dengan kembang api yang sebagian besar adalah produksi negeri kita sendiri diburu untuk dimusnahkan, dilarang peredarannya karena meledak ditanah bukan diudara sedangkan kita mengkonsumsi kembang api yang secara aturan dibolehkan yang sebagian besar adalah barang import.

Saya tidak bermaksud agar petasan dibolehkan tetapi yang saya maksudkan adalah kenapa tidak dialihkan saja dari membuat petasan yang meledak ditanah menjadi kembang api yang meledak di udara. Saya rasa bahan yang dibutuhkan muntuk membuat kembang api dengan bahan untuk membuat petasan hampir sama. saya bukan ahli membuat kembang api saya tidak tahu apakan membuat kembang api itu teramat susah atau apakah bahan petasan itu bisa dijadikan bahan untuk membuat kembang api?

Menurut saya perlu peran besar dari pemerintah daerah yang di daerah kekuasannya banyak terdapat industri rumahan petasan untuk membimbing dan membina juga mengarahkan agar pengrajin tidak membuat petasan yang jelas dilarang tetapi dialihkan menjadi sesuatu yang dibolehkan dan nilinya lebih tinggi (membuat kembang api). Dinas perindustrian di Pemerintah Daerah bisa menjadi ujung tombak pengembangan potensi daerah. Kita tidak hanya menyalahkan mengapa mereka membuat barang yang dilarang tetapi kita harus bisa mengarahkan mereka membuat barang yang lebih laku dipasaran dan tidak bertentangan dengan peraturan tanpa meninggalkan dasar keahlian mereka.

Pastinya dampaknya akan sangat besar baik bagi pengrajin itu sendiri maupun bagi bangsa dan negara ini. Majulah Indonesia....

Kamis, 18 Agustus 2011

Macet

Macet not only happens in Jakarta but in Cirebon, especialy in fasting month. Fortunately it happen only in the evening. although it's not big as trafic jam in Jakarta but it is quiet interfere. We can see the trafic jams in the main roads in Cirebon Like in the Kartini Road toward Gunungsari intersection and towards Kejaksan intersection. Those Happens becouse many of people move to kill the time (Ngabuburit) passing the street and many cars in and out from a departemen store and a Mosque disturbing a flow of trafic.


Selasa, 07 September 2010

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

              Kita Perlu belajar mengelola sampah rumah tangga dari Kota Jogjakarta. di Kota ini Sampah Rumah tangga bukan lagi menjadi barang yang tidak berguna melainkan menjadi barang yang dapat menghasilan tambahan penghasilan keluarga. Kok bisa ???, bagaimana caranya????
               Seperti yang terjadi di Gondolayu Lor, Kelurahan Cokrodiningratan Kecamatan Jetis, sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga sudah sejak dari awal sudah di pilah menjadi sampah organik dan anorganik (plastik dsb). Sampah organik dijadikan kompos dan sampah an organik dijual kepada kelompok-kelompok pengolah sampah.

              Pemerintah Kota melalui Badan Lingkungan Hidup, Khususnya Bidang Persampahan tentu sangat berperan dalam menyadarkan dan memfasilitasi sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Organisasi Masyarakat seperti PKK juga aktif untuk mensosialisasikan masalah sampah ini, karena yang banyak menghasilkan sampah adalah ibu-ibu.
              Pemerintah Kota Cirebon juga bisa meniru Kota Jogja. OPD yang terkait misal Dinas Kebersihan, KLH atau bahkan Kelurahan-kelurahan bisa bersama-sama untuk membuat kegiatan yang berkaitan dengan menajemen sampah rumah tangga misal sosialisasi, penyediaan sarana dan prasarana tempat sampah atau juga pemantauan program penanganan Sampah. Memang tidak mudah menyadarkan masyarakat untuk mengelola sampahnya dengan baik dan benar, perlu waktu dan proses. Tetapi apabila masyarakat sudah sadar akan pengelolaan sampah yang baik ini maka kebersihan dan keindahan kota pasti akan terjaga karena seluruh masyarakat berpartisipasi dan merasa bertanggung jawab akan kebersihan dan keindahan kota bukan hanya pemerintah kota saja, ekonomi keluarga juga bisa sedikit terbantu, Jangka panjangnya Piala Adipura akan mudah kita raih karena seluruh komponen Masyarakat dengan sadar turut serta menjaga kebersihan dan keindahan kota.